tolong saya Pak JS Badudu…
semalam, teman saya waktu SD sms. awalnya sih nggak ada masalah sama smsnya, sampe smsnya yang ke-5
isi smsnya kayak gini:
Hahaha..Tau gak **** (nama si teman) tau nop dnda dr cpa..Ayo tbk hehe…
agak aneh dengan penulisan “cpa” otomatis saya nanya siapa itu cpa karena saya nggak kenal. oh, karena dia tanya saya sekarang dimana, saya bilang kalau sekarang tinggal di depok. nahhh,,balasan berikutnya bikin jidat saya berkerut lebih banyak lagi
Oh..oh.. D dpk zma dunn eeh pnggl **** (nama si teman) L aj din mau gak hehehe…Niee L tau nop dr kmu g**** (nama teman lain) din…. Op zka zman ma g**** crt” eeh nymbg dech k tmen” wkt SD hehehehe….
mencoba untuk menjadi orang yang asertif, saya bilanglah kalau saya sama sekali nggak ngerti apa yang dia bicarakan. dan saya meminta dia untuk menulis dengan kata-kata normal sekaligus tanya dia kenapa saya harus memanggil dia dengan nickname L (how could i called him L if his name begins with E????), balasannya:
Masa ga ngerti din…Yua op jg zma tnggal di dpk din….. ‘:) **** (nama si teman) d pnggl ma ank” L din hehe Gak chie supa’ea gak kaku ajh zm’an ma kamu din hehehe…
otak saya akhirnya sampai pada tahap menolak menerima balasannya dalam bentuk apapun. jadi saya memutuskan untuk berhenti sms-an dengan alasan kalau saya ngantuk sembari menegaskan lagi kalau saya betul-betul nggak mengerti dan bingung dengan bahasa yang dia pakai.
sms-an pun terhenti dan saya bisa tidur dengan nyenyak malam itu setelah baca dua bab lanjutan The Namesake dari Jhumpa Lahiri.
ketika saya mengira kalau saya sudah bebas dari sms berbahasa alien itu, barusan aja, datang lagi sms dari orang yang sama,
Ass..Dinda agy ap..Kmu krja ea din d dpk…ap kull
aaarrrrggghhhh..saya frustasi.
*belum menjawab sms itu walau saya ngerti maksudnya apa*
time has changed
sekarang saya tahu rasanya…
…mabok duren!
huhuhu..sungguh tak elit yah maboknya. disaat orang lain tipsy karena minum bergelas-gelas tequilla atau heinneken, saya harus nahan mual dan kepala pusing akibat makan duren kebanyakan tadi malem.
jadi gini toh rasanya, awalnya sih rasanya mirip orang kekenyangan tapi bedanya perut saya kembung dan perut agak mules. tapi beberapa jam kemudian, kok jadi mual, kepala berat dan pusing, perut mulesnya minta ampun saya (maaf) poop dan buang angin terus-terusan. ditambah lagi sendawa yang berkelanjutan. pokonya angin keluar dari semua lubang di badan saya. ahahah.
tadi diperparah pas meeting sama klien dan minum kopi tambah deh rasa gejolak dalam perut. apalagi gedung si klien nggak punya shower di toiletnya, jadi saya tahan sampe kantor dengan menahan sakit perut dan merinding sepanjang perjalanan.
walau udah buang hajat, tetep aja masih mules tak karuan.
serba salah ni, mau makan salah, minum juga salah. mau ngobatin juga bingung pake apa. sekarang jadi cuma bisa duduk lemes di depan komputer, curhat di blog dan biarkan si perut bergejolak tiada henti.(resiko bolak-balik kamar mandi sudah diperhitungkan). mudah-mudahan nggak berlanjut sampai besok. *sigh*
*sepertinyabakalkapokmakandurenhinggamusimdurenberikutnya*

get cope
rejeki nggak akan kemana
tapi kali ini bukan untuk saya..
my boss
seringnya saya mengeluh tentang tidak enaknya pekerjaan, lambatnya ritme kerja, kurangnya terjun ke lapangan, dan semua hal yang sudah saya tumpahkan di postingan terdahulu, membuat saya lupa kalau bos saya menghargai saya. baik sebagai pegawai, rekan kerja dan manusia.
dia boleh saja berteriak-teriak seperti pedagang di pasar senen, tapi dia mau menghampiri meja salah satu karyawannya ketika teman saya ulang tahun, dan mengucapkan “Happy Birthday” dengan lantang.
atau, dia memang terkesan tidak ramah dengan intonasi bicaranya yang keras, tapi dia mau menyapa pegawainya duluan untuk sekedar bertanya kabar atau jauh-jauh datang ke Bogor untuk melayat Ibu salah seorang rekan kantor yang meninggal
kadang-kadang dia juga bersikap ‘nggak jelas’ dengan tingkahnya yang kekanakan, tapi menurut saya, dia manusia normal yang punya sisi kekanakan. dan tak malu untuk menunjukkan itu, makanya saya nggak heran ketika dia antusias ikut arisan mingguan kantor
dia memang bos saya, bahkan pemilik perusahaan tempat saya bekerja selama hampir 5 bulan ini, tapi saya tidak pernah sekalipun terintimidasi atau merasa segan ketika harus brainstorming dengannya.
walaupun kadang-kadang kami mentertawakan sikapnya yang aneh, tapi baik saya maupun dia tidak segan untuk tertawa bersama di pantry sempit dan tak jarang dia berusaha “masuk” lewat joke garing.
bu bos, i really really appreciated you. i do
seems not easy..
Happiness… Is Not a Fish That You Can Catch
- Our Lady Peace
Happines feel a lot like sorrow. Let it be, you can’t make it come or go
- The Fray
Happiness is nothing more than good health and a bad memory
- Albert Schweitzer
Happiness belongs to the self-sufficient
- Aristotle
The pursuit of happiness is a most ridiculous phrase, if you pursue happiness you’ll never find it
- C.P Snow
Happiness cannot come from without. It must come from within
- Helen Keller
Happiness is a Swedish sunset — it is there for all, but most of us look the other way and lose it
- Mark Twain
Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony
- Mohandas K. Gandhi




















The article has
no responses yet