officially moved out

karena satu dan lain hal, saya memutuskan pindah rumah dan nggak akan posting di dagdigdug lagi..sempet kepikiran kalau blog ini bakal jadi rumah terakhir saya. tapi ternyata rumahnya sering rusak sana-sini dan buat saya, tidak lagi nyaman untuk ditinggali. padahal udah dua tahunan saya curhat bodoh disini. sedih pisan. ah, tapi ya sudahlah, semoga aja rumah baru saya ini bakal jadi penampungan curhat terakhir. doakan ya..
kalau kangen dan pengen tau tulisan bodoh saya yang lain, silakan mampir ke rumah baru saya di lemonadeoflife.blogspot.com (bahkan saya nggak bisa kasih link langsung. dammit!)

salam cinta, damai dan gaul :)

xoxo

Posted in Uncategorized | 2 Comments

officially moved out

karena satu dan lain hal, saya memutuskan pindah rumah dan nggak akan posting di dagdigdug lagi..sempet kepikiran kalau blog ini bakal jadi rumah terakhir saya. tapi ternyata rumahnya sering rusak sana-sini dan buat saya, tidak lagi nyaman untuk ditinggali. padahal udah dua tahunan saya curhat bodoh disini. sedih pisan. ah, tapi ya sudahlah, semoga aja rumah baru saya ini bakal jadi penampungan curhat terakhir. doakan ya..
kalau kangen dan pengen tau tulisan bodoh saya yang lain, silakan mampir ke rumah baru saya di lemonadeoflife.blogspot.com (bahkan saya nggak bisa kasih link langsung. dammit!)

salam cinta, damai dan gaul :)

xoxo

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Dagdigdug nyebeliiiinnnnn!!!!!

udah beberapa hari ini akun dagdigdug saya super aneh. dimulai ketika masuk akun, saya harus memasukkan password berkali-kali sampai bikin emosi, setelah bisa masuk dan mau bikin postingan baru, yang tersedia hanya space buat nulis tanpa ada tombol untuk publish yang dulu ada di sebelah kanan. akhirnya saya posting ini di bagian QuickPress setelah beberapa kali keluar-masuk karena QuickPress ini tadinya nggak ada juga, saya harus refresh beberapa kali sampai bagian ini akhirnya ada juga.bener-bener keanehan yang saya nggak ngerti penyebabnya apa. mungkin aja saya memang gaptek, tapi ini bener-bener udah menguji kesabaran saya, tadinya mau posting yang positif malah diganti jadi posting complain beginian..aarrgghh..bikin bad mood :(

kalau ada yang baca postingan ini dan merupakan admin dagdigdug, tolong bantuannya ya. saya nggak pengen gara-gara keribetan ini saya jadi pindah “rumah” lagi. pleaseeeee..

thanks in advance

Posted in Uncategorized | 2 Comments

kontemplatur*

berkali-kali saya selalu memikirkan hal ini, “Kalau saya mati, selain tahlilan dan pengajian, apakah ada yang bakal merasakan kehilangan, mengenang kepergian saya, menjadikannya inspirasi dan selalu mengingat saya ketika mereka membicarakan hidup?”

sebenernya berkali-kali juga saya merenungkan arti hidup saya didunia. Citcy pernah bilang ke saya kalau seseorang hidup untuk memberikan inspirasi pada orang lain di sekitarnya. Lalu saya? saya kira orang-orang di sekitar saya bakal mendapatkan banyak sekali inspirasi dari orang lain, jika saya tidak ada. 

saya nyoba baca The Purpose Driven Life dari Rick Warren sebagai bahan kontemplasi tentang hal ini, tapi dasar saya nggak disiplin. Saya baru sampai di hari ke 6 dan setelah itu tergoda oleh buku bacaan lain. 

Pelajaran dari “enam hari bersama Rick Warren” itu adalah bahwa Tuhan sayang banget sama kita (saya juga sayang sama Dia) dan Dia  nggak menciptakan manusia semau-mauNya, tapi ada maksud dan tujuannya. Oke, bukunya memang belum tuntas dibaca, tapi saya mencoba untuk menjawab pertanyaan itu sendiri, tanpa bantuan Rick. 

hasilnya kok tetap so-so yah?!

kalau saya bercermin dan fokus pada kelebihan-kelebihan yang saya punya pun rasanya nggak besar-besar amat. saya berasal dari keluarga sederhana, tumbuh dengan “cara” biasa-biasa saja, udah besar berpenghasilan segitu-segitu saja, belum pernah berkontribusi pada lingkungan dengan menyumbangkan pikiran, tenaga dan (apalagi) dana yang besar. 

Sifat saya bisa dibilang 55% jahat dan 45% baik. Lho kok bisa? karena saya merasa ketika sedang melakukan kebaikan, selalu ada pikiran jahat yang menyelusup ke dalam otak. belum, saya belum melakukan tindakan kriminalitas yang merugikan orang lain secara materi, tapi menurut saya justru kejahatan seharusnya paling berat hukumannya adalah, kejahatan yang diperbuat manusia dalam pikirannya. ampuni saya ya, Tuhan..

lalu, dengan sekian persen kadar kebaikan itu apa yang sudah saya perbuat untuk orang lain? rasanya nggak ada yang berarti. 

nah, dalam fase ini beranikah saya berkoar bakal ada yang merindukan saya ketika saya sudah nggak lagi di bumi?! 

Lalu, untuk apa saya dicemplungkan ke dunia melalui rahim ibu saya, dalam badan yang dialiri darah kotor ayah kandung saya dan hidup tanpa memberikan kontribusi yang berarti?

jika ada yang menjawab tujuannya adalah untuk melayani Tuhan, mengapa kita semua harus diturunkan ke bumi dan menjadi manusia yang belepotan dosa? kenapa nggak melayani Tuhan di surga saja, kan bisa ngobrol dan dekat dengan Tuhan setiap waktu. 

atau jika alternatif jawabannya untuk memberikan manfaat bagi manusia, hmmm..silakan baca dari atas. oke saya mungkin terlalu naif atau apalah itu istilahnya. saya hanya merujuk pada diri sendiri untuk menjawab pertanyaan diatas, tapi ada berjuta-juta orang yang macemnya nggak beda jauh kayak saya. apa tuh yang bisa kami-kami ini lakukan? kalau dibandingkan sama kaum filantropis besar tentu nggak ada apa-apanya dan nggak ada ngaruhnya buat perdamaian dunia dan kesejahteraan umat.  justru menurut saya, kaum yang sedang-sedang seperti saya ini yang manfaatnya nggak banyak. memberi sedekah sedikit nggak banyak juga nggak, dikasih sedekah juga nggak memenuhi syarat, nggak bisa ngasih orang pahala. 

yang penting kan bukan jumlahnya? iya, memang. tentang pahala saya memang nggak tahu, itu urusan Tuhan, tapi yang saya soroti itu adalah dampaknya. ketika saya ngasih 500 sama pengemis, saya yakin dia bisa melanjutkan hidup tanpa tambahan uang 500 dari saya. karena banyak yang ngasih 1000. dan tentu yang pengemis ingat adalah siapa yang ngasih uang dengan jumlah yang paling besar. ibaratnya begitu. 

aaahh..makin saya nulis, makin ngelantur dan makin bingung saya jadinya. 

*kontemplasi sembari ngelantur

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Taxi Driver’s Quote

Hari Sabtu (25/09), saya pergi ke Depok dengan tujuan mengembalikan koper teman yang saya pakai waktu pindah kost ke Fatmawati. karena harus bawa dua koper; satu ukuran kecil dan satu lagi ukuran naudzubillah gedenya, saya akhirnya memutuskan pake taksi.

Saya naik ke taksi yang ternyata punya pengemudi yang sudah berumur, beliau bilang umurnya sudah 54 atau 55 (saya agak lupa), dengan tampang kebapakan, mata teduh dan logat jawa lumayan kental kami mulai ngobrol. Ternyata bapak X  ini dari Solo. Pantas logatnya kental sekali. Tapi, yang membuat obrolan semakin berkembang adalah karena ternyata Pak X tinggal di daerah Balaraja, lumayan dekat dengan rumah saya di Rangkasbitung.

Karena merasa satu daerah, dia pun mulai cerita tentang kehidupan pribadinya. Pak X cerita istrinya baru meninggal 4 bulan lalu, dan berencana akan menikah lagi bulan Oktober/November ini dengan seorang janda. Awalnya, saya mikir kok bisa bapak ini memberikan saya informasi sejauh itu. Kayaknya, mengetahui dia akan menikah saja sudah cukup buat saya. Tapi okelah, saya nggak enak juga jadi si pembuat onar di pesta ulang tahun, jadi saya biarkan Pak X cerita tentang kehidupan yang akan dijalaninya dengan Ibu Z.

Bahkan dia sempat meminta pendapat saya tentang ini-itu. Saya bilang sih, dia mirip orang yang nggak yakin mau nikah, tapi berusaha meminta pendapat orang lain untuk membuat dia yakin. Nah lho, gimana mau kasih nasihat perkawinan, lha pacar aja saya nggak punya?!? (ini murni curhat colongan saya). Tapi akhirnya saya memberikan pendapat yang sangat diplomatis, kalau nggak ingin dibilang palsu.

Pak X : “Saya seringkali bilang sama si Janda itu (sebenernya saya agak tersinggung dengan penggunaan kata ini)  kalau hidup harus punya 3S. Sederhana, Sabar dan Sadar”

Saya : (dalam hati sembari mengangguk-anggukan kepala) Waww..akhirnya dapet juga quotes dari supir Taksi. Kayak gini toh rasanya.

Pak X : bla bla bla…

Saya : ble ble ble…

maksudnya percakapan normal, sampai akhirnya ketika taksi mulai memasuki daerah Depok…

Pak X : “Sebenernya saya nggak mau nikah cepet-cepet. Tapi si Janda itu yang pengen. Tadinya kita mau nikah setelah lebaran ini, tapi saya bilang kecepetan. Jadi, kita putuskan bulan Oktober atau November ini”

Saya : (angguk angguk)

Pak X : “Saya itu sebetulnya seperti dipancing”

Saya : (agak nggak ngerti) “Ha? maksudnya Pak?”

Pak X : “Maaf nih ya neng, saya sama si Janda itu sudah pernah melakukan hal ‘itu’ ”

Saya : (dalam hati dan agak melotot kaget) “O..ow..maksudnya apa yah???”

Pak X : “Jadi dia pengen cepet nikah, malah si Janda itu pernah bilang ke saya : Aku kayak minum pil, Mas”

Saya : (dalam hati lagi dong pastinya) ” Oooohh..minum pil biar nggak hamil”

ternyata bukan…

Pak X : (masih menirukan calon istrinya) “Aku kayak minum pil, Mas.  Tiga kali sehari sama kamu..”

Saya : (makin melotot)

Pak X : (udah nggak menirukan lagi) “Saya baru kali ini neng nemu cewek kayak gini. hiper. ganas begitu macam dia. Untung saya masih kuat, coba kalau nggak.”

Saya : (cengengesan, masih melotot kaget, pengen keluar dari taksi sekaligus pengen ngakak) “hehehe..”

Pak X : “Depoknya sebelah mana neng?”

Saya : bla bla bla..

***

Amit-amiiitttttt..ngapain sih dia pake cerita atas ranjang sama saya?? Woi Pak! Too much information kaleeee..

Posted in Uncategorized | 3 Comments

baru nemu ini..

waktu blasak-blusuk di internet buat nyari tau tentang Matthew Gray Gubler (pemeran Spencer Reid di serial Criminal Minds) saya malah nyasar ke situs ini

The Internet Movie Script Database (IMSDb)

buat yang suka nulis skenario film, pasti bakal suka banget mampir ke sini karena disini tempatnya kita bisa baca naskah banyak film. saya sempat baca skenarionya (500) Days of Summer. lengkap dari awal sampai akhir!

coba di cek dan ricek siapa tau ada yang mau baca-baca naskah film favorit sambil membayangkan tiap adegannya (seperti yang barusan saya lakukan) atau mungkin mau belajar nulis naskah sekeren Big Fish (ditulis Daniel Wallace dan John August) dengan liat skenarionya langsung? bisa..

Posted in Uncategorized | Leave a comment

tulisan yang aneh ini..

sejak beberapa bulan terakhir ini, saya merasakan produktivitas saya kian menurun. saya nggak mau terlihat menyalahkan kantor tempat saya bekerja menjadi penyebab “kemandulan” ini, tapi mungkin salah satu faktor adalah, disini saya tidak menulis setiap hari. rangsangan untuk menulis sangat minim dan saya yakin mengakibatkan penurunan daya kreativitas yang selama ini jadi modal saya buat cari nafkah.

saya juga nggak ingin terkesan membandingkan perusahaan yang pernah saya singgahi, namun di perusahaan sebelumnya, saya dituntut untuk terus berpikir. walaupun tidak menulis tiap hari, namun otak saya dipaksa untuk terus menerus berpikir keras mencari sumber tulisan, menyusuri pelosok internet dan akhirnya melakukan eksekusi dengan membuat tulisan yang seharusnya diedit seminim mugkin oleh editor tercinta.

mau tahu kerjaan saya sehari-hari di kantor sekarang? facebook-an, main game di facebook lebih tepatnya. saya bahkan nggak tahu harus pergi ke website mana untuk mencari inspirasi. internet bagaikan sumber yang monoton untuk saya saat ini. perbendaharaan kata saya semakin menipis, apalagi kemampuan saya untuk mengingat kata yang baru sangat terbatas. ingatan saya tentang gambar atau wajah bisa dibilang diatas rata-rata, tapi kalau udah masuk ke penamaan, saya nyerah. dan kondisi saat ini semakin memperburuk hal itu. -lihat, lagi-lagi saya menyalahkan keadaan-

berkali-kali saya bertanya pada diri sendiri cara yang tepat untuk merangsang dan mendapatkan kembali kemampuan otak yang dulu rada lumayan, tapi hasilnya tetap nihil. entah karena sifat saya yang memang malas atau entah karena usaha saya gagal dalam mengusahakan hal itu.

beberapa minggu yang lalu, saya tergugah sama idenya Dorris untuk menggambar, sesuatu yang sudah nggak pernah saya lakukan lamaaaaa sekali. waktu beli sketch book bareng Dorris, di benak saya sudah disusun berbagai rencana apa yang akan saya gambar.

kalau dulu, saya menggambar -lebih tepatnya meniru- secara realisme, sekarang saya lebih cenderung ingin menggambar bebas aja, cenderung corat-coret atau doodling.

tuh kan, bahkan tulisan ini nggak berstruktur, niatnya pengen nulis A malah nulis Y,G,H sampe Z. makin ilang deh kepercayaan diri terhadap kemampuan menulis saya. padahal, menulis satu-satunya yang saya bisa – secara saya nggak punya bakat lain-. sering deh saya mikir, kalau saya nggak menulis, saya bakal melakukan apa ya? sampe-sampe beberapa kali saya kepikiran, kok bisa yah saya dulu lulus sekolah.ahahaha..

ahhh,,makin ngaco aja tulisan ini, lebih baik saya kasih titik cepet-cepet daripada otak pembaca blog ini -emang ada?- jadi ikut-ikutan kusut.

Posted in Uncategorized | 2 Comments

alih profesi

untitled1

how come those jobs matches my profile????? *pasang tutu*

Posted in Uncategorized | 1 Comment

ya begitulah…

di hari Minggu  yang bermalas-malasan, sepupu saya yang masih 5 bulan (sama Ibu dan kakaknya yang super bandel) datang berkunjung ke rumah.

Kakaknya baduuuunngg naudzubillah, jadi waktu lagi adu mulut sama ibunya (saya juga ikut memperkeruh suasana), si kakak minta susu. naaah, karena emaknya emang teledor, lupa lah dirinya membawa susu si kakak. jadi, mereka berdua pergi dulu untuk beli susu. sementara si adik, lagi cengak cengok di kasur.

Begitu ibunya keluar, si adik mulai nangis. walaupun udah pake cara macem cilukba dsb, doski nggak mau diem. Ibu saya lagi tepar di kamar karena kecapekan, Galih, adik saya, nggak mungkin saya suruh gendong, doi terlalu asyik sama ponselnya. akhirnya sayalah yang  terpaksa  menggendong untuk menenangkan.

Lagi sibuknya nimang-nimang adek kecil, Galih muncul dari kamarnya

Galih : “Udah pantes teh punya dedek” — tumben ni anak berani komentar

Saya: “iihhh..ogah. capek gendong” (sambil terus nimang-nimang)

Galih:  (mainin tangan si adik) “Tuh dek, minta nenen sama teh Opi*” (nyengir dan langsung kabur)

Saya:  (dalam hati) “kampreeeeettttt!!”

*panggilan saya di rumah.

Posted in Uncategorized | 7 Comments

keluhan lain

selama lebih dari delapan tahun saya tinggal di Jakarta-Depok dan jadi anak kostan, baru kali ini saya merasa sangat kesepian.

oke, bilang saya manja atau melebih-lebihkan keadaan, tapi kalau ada dalam keadaan saya sekarang, percaya deh, you will feel the same thing.

dulu, ketika saya merasakan hal seperti ini, saya pergi kemanapun saya mau. entah nonton, numpang baca, atau belanja kalau uang bulanan udah sampai, tanpa merasa sepi lagi. balik ke kosan udah cengar-cengir dan merasa hepi berat.

sekarang situasinya beda. sekarang saya malah nggak bernafsu untuk nonton, makan atau belanja sendiri. padahal, saya mampu kok untuk beli tiket beberapa kali dalam sebulan, beda waktu jaman kuliah dulu yang serba terbatas (sombong nih ceritanya). tapi bukan itu yang saya cari. saya lebih baik nonton film jelek rame-rame daripada nonton Amelie atau Inception sendirian. (selain nggak enak, lebih karena supaya ada temen diskusi biar saya lebih ngerti filmnya).

yang saya rasakan kemarin, nggak ada satupun teman yang bisa saya ajak untuk sekedar nonton (untuk ketemuan sih sebenernya) karena pada sibuk semua. sesuatu yang nggak bisa saya paksakan. seberapa besarnya keinginan saya untuk ngajak mereka keluar, mereka punya hak untuk berkata “nggak”.

padahal hari itu saya benar-benar nggak pengen sendirian. parahnya, waktu di bis atau di senayan city, saya malah membanding-bandingkan keadaan saya dengan orang-orang. apalagi ketika banyak orang yang berkumpul di restoran keluarga untuk berbuka puasa bersama. saya iri berat.

arrgghhhh..ternyata sulitt niru Amelie Poulain.

Posted in Uncategorized | 3 Comments